Benarkah Bahtera Nabi Nuh Ada di Indonesia?

May 19, 2019 | 0 comments

Perdebatan mengenai dimana mendaratnya bahtera Nabi Nuh masih menjadi perbincangan publik dalam beberapa dekade. Dikisahkan 4.800 tahun yang lalu bahwa bumi dilanda banjir besar yang mampu memusnahkan seluruh manusia dan makhluk hidup di muka bumi. Nah, sebelum peristiwa mahadahsyat itu betul-betul terjadi, Nabi Nuh telah diberi wahyu oleh Allah untuk membuat sebuah bahtera raksasa. Peristiwa ini menyisakan kisah dimana mendaratnya bahtera tersebut yang hingga saat ini.

Bila merujuk kepada kitab Al-Quran sangat jelas dikatakan bahwa bahtera Nabi Nuh mendarat di sebuah bukit bernama Judi. Bila merujuk kepada kitab Injil dikatakan bahwa bahtera Nabi Nuh mendarat di gunung Ararat.

Ada beberapa hal yang ini menyebabkan perdebatan hingga saat ini:

“Apakah bukit Judi sama dengan gunung Ararat?”

“Di bukit Judi yang mana karena ada hampir empat lokasi yang dikenal dengan situs “Judi”, yaitu Cudi Dagi di tenggara Turki sebelah Cizre dan Sirnak, Cudi Dagi di South Central Turki dekat Abraham Harran dan Sanli Urfa, Judi di Gunung Ararat, dan Al Judi di Arab Saudi?”

Penelitian mengenai arkeologi bahtera Nabi Nuh pun sudah banyak yang mengungkapkan. Sebut saja yang terbaru ini para penjelajah evangelis mengatakan bahwa mereka telah berhasil menemukan sisa-sisa kapal Nabi Nuh di ketinggian 13 ribu kaki atau sekitar 3,9 kilometer di gunung Ararat, sebuah gunung di Turki. Sekelompok penjelajah dari Turki dan Cina itu mengatakan mereka menemukan sisa-sisa kayu dari kapal Nabi Nuh di Gunung Ararat di sebelah timur Turki.

Kelompok penjelajah tersebut mendaku dari data karbon kayu tersebut menunjukkan berusia 4.800 tahun. Artinya, waktu tersebut sesuai dengan berlayarnya kapal Nabi Nuh. Para evangelis dan sebagian peneliti sejak lama menduga Gunung Ararat sebagai tempat terakhir berlabuhnya kapal Nabi Nuh.  

Sebelumnya ada juga berbagai penemuan yang diklaim sebagai perahu Nabi Nuh. Yang paling terkenal adalah penemuan arkeolog Ron Wyatt pada 1987. Wyatt mengklaim menemukan sisa perahu Nabi Nuh di Ararat. Saat itu, pemerintah Turki secara resmi mengumumkan kawasan penemuan Wyatt sebagai taman nasional.

Perdebatan panjang ini ternyata membuat Bahtera Nuh menjadi bahtera yang paling terkenal dalam sejarah peradaban manusia. Selain penasaran dengan dimana mendarat dan keberadaan bahtera tersebut, ada juga yang penasaran dengan bentuk asli dari bahtera tersebut. Hal inilah yang menginspirasi beberapa orang atau lembaga untuk membangun bahtera Nabi Nuh. Siapa saja?

Pertama, tahun 2012 seorang tukang kayu Belanda berhasil membangun tiruan bahtera Nabi Nuh dan mengumumkan rencananya untuk membawa bahtera itu berlayar ke Israel. Replika bahtera itu selesai dibangun oleh Johan Huibers pada 2012 dengan biaya mencapai lebih dari 1 juta poundsterling, sekitar Rp 18,5 miliar.

Kedua, tahun 2016 sekelompok orang yang menamai dirinya Answers in Genesis membangun sebuah taman bertemakan Bahtera Nuh di Kentucky. Struktur megah itu dikatakan memiliki ukuran sama dengan aslinya. Meski pembangunan dari replika Bahtera Nuh sendiri telah mengundang banyak kontroversi, Answers in Genesis percaya bahwa atraksi yang mereka dirikan mampu menarik sekitar dua juta pengunjung pada tahun pertamanya. Selain itu, replika ini juga menelan biaya yang tak sedikit, yakni mencapai lebih dari USD 100 juta atau sekitar Rp 1,3 T. Wow, mahal juga ya.

Ketiga, Di Semarang, sebuah yayasan membangun masjid berbentuk bahtera nabi Nuh yang dinamakan masjid Safinatun Najah yang berati bahtera keselamatan. Masjid megah dengan bangunan fisik seperti kapal besar lengkap dengan jendela berbentuk bulat, buritan, dan haluan ini berdiri dengan luas bangunan 2.500 meter persegi dan luas lahan seluas sekitar 7.500 meter. Pembangunan masjid ini telah merogoh kocek sekitar Rp 7 miliar. Menariknya, sejak berdirinya Masjid Safinatun Najah, harga tanah di sekitarnya menjadi naik drastis. Rupanya masjid ini telah menjadi ikon wisata religi yang sangat menarik di Semarang.

Keempat, baru-baru ini sebuah developer Properti bernama MIM Property berencana membangun Noah Ark Museum di kawasan villa dan eduwisata bernama Bukit Swiss. Ndang Sutisna, CEO MIM Property, mengaku sudah lama mempunyai impian membangun sebuah kawasan “Islamic World”. Bukit Swiss adalah wujud dari impiannya selama ini. Kawasan villa syariah dan eduwisata Islam di Jonggol dengan luas lahan 55 hektar ini rencananya tidak hanya dibangun Museum Bahtera Nabi Nuh, tapi juga akan dibangun Palestina International Boarding School, Kawasan Miniatur Palestina, Rumah Tahfizh, Mini Zoo, Area Memanah dan Berkuda. Di museum tersebut juga akan dihadirkan beberapa peninggalan sejarah peradaban Islam masa lampau dan peninggalan para nabi seperti salah satunya tongkat Nabi Musa.

Baca jugaVilla Cantik Bergaya Eropa di Bukit Swiss Jonggol

Di kawasan ini juga akan dibangun villa-villa bergaya Eropa dan Anda bisa memiliknya. Saat ini villa tersebut sedang dipasarkan di rentang harga 160 juta-320 juta. Bila Anda ingin membeli kavlingnya saja, saat ini ditawarkan di rentang harga 35 juta – 45 juta. Andrie Cahyono, Direktur operasional MIM Property mengatakan saat ini sudah lebih dari 800 kavling villa terjual dengan pembeli dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi Anda yang berminat memiliki kavling villa atau villa di Bukit Swiss, bisa hubungi marketing Kun Properti atau hubungi disini

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This